Sebuah Kisah di 18 September 2013


Siang itu, di antara angin yang berembus lembut kami bertiga duduk berdekatan. Kami sedang mempertanyakan kepana nilai siswa banyak yang rendah ketika seorang siswa duduk didekat kami untuk melepas sepatunya. Kami memerhatikannya dan menyadari luka anak itu belum juga sembuh.

Dua orang di sampingku langsung mempertanyakan apakah lukanya tidak diobati? Sudah ke rumah sakit belum? Dokternya bilang apa? Ke rumah sakit sama siapa?

Mendengar jawabannya, aku masih biasa-biasa saja. Sampai pertanyaan menjurus pada orang tuanya. Seketika kami tahu lukanya belum sembuh karena kedua orang tuanya tak memerhatikannya. Dia tinggal dengan kakek dan neneknya. Kedua orang tuanya sudah pisah dan sekarang sudah menikah lagi.

Kedua orang dewasa dan sudah berkeluarga di sampingku mencoba menghiburnya dengan mengatakan, “Asyiknya punya dua ibu dan dua ayah!”

Aku hendak mengiyakan saat dia bicara cepat lalu buru-buru pergi menjauhi kami.

“Apa asyiknya kalau saya sama sekali nggak dipedulikan?” katanya.

Aku membisu. Yang bisa kulakukan hanya menatap punggung kecilnya yang menjauh. Menatap kesedihan yang harus ditanggung tubuh mungilnya entah sejak kapan.

Aku merasa simpati padanya. Dan benakku langsung membayangkan dirinya yang mencoba mengaku kalau dia bahagia bersama kakek neneknya. Membayangkan pikirannya akan mengenang ayah dan ibunya di setiap sarapan, makan siang ataupun makan malamnya. Membayangkan dia harus bersikap dewasa agar bisa menerima kehadiran adik-adik tirinya. Juga merelakan kasih sayang yang harusnya untuknya ditumpahkan pada mereka. Membayangkan dia ingin cepat tumbuh dewasa dan mandiri agar bisa menunjukan pada orang tua yang telah mengabaikan perasaannya bahwa dia baik-baik saja tanpa keduanya.

Aku jadi bertanya-tanya, anak sekecil itu, kenapa harus menanggung beban yang lebih besar dari tubuhnya? Kenapa orang dewasa terlalu egois sampai-sampai melupakan bahwa ada satu hati yang meskipun masih kecil tetap berhak mendapatkan apa yang disebut keluarga dan bahagia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: