Resensi After Office Hours


Judul: After Office Hours

Penulis: Dahlan & Gielda Lafita

Penerbit: GagasMedia

 

Cinta sejati datang kedua kali

Athea merasa dirinya beruntung sekali ketika diterima menjadi sekertaris di Perusahaan Menara Propertindo dengan gaji yang besar yang setidaknya mencukupi keperluan dirinya dan anaknya juga biaya kuliah adiknya.

Namun, rasa keberuntungan itu sirna ketika mengetahui siapa bosnya. Roy. Laki-laki yang membuatnya merasakan cinta pertama, juga bagaimana rasanya terluka karena cinta. Seandainya suaminya masih hidup, tanpa pikir panjang, Athea pasti tak akan mau bertahan bekerja di perusahaan itu.

Athea masih tak dapat melupakan sakit hatinya pada Roy, hingga membuatnya menjaga jarak. Namun, saat Roy menyelamatkannya ketika lantai 12 perusahaan tersebut mengalami kebakaran, pertahanan Athea runtuh seketika. Ia mulai membuka hati untuk Roy, bahkan menikmati kebersamaan mereka. Perlahan tapi pasti, Athea tahu dirinya tak lagi jatuh hati pada Nelson-sahabat suaminya yang selalu ada untuknya selama ini, melainkan beralih pada Roy. Athea semakin membuka hatinya untuk Roy ketika dilihatnya lelaki itu begitu sayang pada anaknya.

Sikap Roy yang hangat berubah dingin ketika Athea menggumamkan bahwa dirinya jatuh hati padanya. Di satu sisi ia merasa senang, tapi di sisi lain ia juga resah lantaran selama ini tujuannya mendekati Athea hanyalah untuk memenangkan hati wanita itu, tak lebih. Ia selalu berkeyakinan bahwa ialah yang memegang kendali atas cinta, dan bukan cinta yang memegang kendali atas dirinya. Jadi, saat Athea menanyakan apakah dirinya punya perasaan yang sama, ia berusaha keras menyangkalnya. Ia juga mengatakan kalau Nelson lebih layak mendampingi Athea.

Athea shock. Merasa dipermainkan sekali lagi. Keputusannya pun sudah bulat. Ia mengundurkan diri dari perusahaan dan menerima lamaran Nelson.

Namun, sekuat apapun Athea berusaha, dirinya tetap tak berhasil mengenyahkan Roy dari hatinya. Ia tetap memikirkan laki-laki playboy itu sekuat apapun ia berusaha membencinya. Ia bahkan sangat cemas ketika mendengar Roy kecelakaan. Membuatnya menyadari satu hal. Ia tak akan bahagia dengan Nelson karena hatinya masih dan akan selalu untuk Roy. Nelson pun membatalkan pertunangan mereka dan membiarkan Athea menemui orang yang dicintainya.

***

Kisah cinta orang dewasa yang menarik. Apalagi tingkah Roy dan Athea yang menurut saya seperti tingkah remaja dalam menyikapi perasaan mereka.

Saya paling suka penggambaran perasaan tokohnya. Detail sekali. Membuat saya bisa membayangkan bagaimana rasanya berdebar-debar tapi mati-matian tak mengakuinya, juga bagaimana rasa hancur berkeping-keping ketika dipermainkan.

Untuk bagian akhir cerita, saya rasa membuat cerita itu menggantung alias tidak sampai ke pernikahan adalah pilihan yang tepat. Cerita langsung berakhir saat kedua tokoh utama saling mengungkapkan perasaan. Kalau diperpanjang sampai ke pernikahan, justru konflik akan bertambah (di mana orang tua Roy dapat dipastikan menolak Athea karena dia janda beranak satu) dan cerita masih lama akan selesai.

So, buat yang mau tahu cerita lengkapnya, baca saja novelnya ^^

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: