FF Wings of Love ending


FF Wings of Love part c ending
oleh Imah_HyunAe

Lee Teuk membantu Hyun Ae mencari orang-orang yang patah hati. Teman-temannya semua dia tanya, dari Ryeowook, Shindong, Donghae, Kyu Hyun, sampai Siwon. Bahkan sampai bosan mereka mendengar, “apa kau mau melupakan cintamu?” yang meluncur dari bibir Lee Teuk.

Jujur, Lee Teuk merasa kasihan melihat Hyun Ae yang jadi terlihat tak berdaya. Kulit gadis itu senantiasa pucat. Gurat semangat tak tampak di wajah chubbynya.
Sering Lee Teuk berkata, “kalau lelah sebaiknya istirahat. Jangan terlalu memaksakan diri.”
Dan Hyun Ae selalu menjawab dengan terus merapikan rumah, merawat halaman, dan menyiapkan makanan.

Dan hari ini, si Lee Teuk sengaja membeli pakaian baru yang cocok dengan Hyun Ae dan membawa gadis itu keluar rumah. Ia yakin betul kalau Hyun Ae merasa bosan. Ia mengajaknya jalan-jalan ke sea world, ke wahana bermain, ke bioskop, ke taman kota dan ia selalu sukses menertawakan tampang terpesona Hyun Ae.

“Apa di tempatmu tidak ada?” tanyanya setengah menahan tawa saat mereka duduk di taman kota.

Hyun Ae menggeleng.

“Ara~” Lee Teuk tersenyum lembut. “Kita ke satu tempat lagi, kajja!” ujernya semangat sambil menarik Hyun Ae ke mobilnya. 1 jam kemudian mereka tiba di pantai yang bernoda jingga. Lagi-lagi Hyun Ae terpana. Napasnya tertahan. Dadanya sesak. Langit jingga tak pernah menghiasi pantai di negerinya.

“Indah kan?” tanya Lee Teuk bangga.

Bulir pelangi mengaburkan pandangan Hyun Ae. Cepat ia menyekanya dan mengangguk. “Gomaweo…” bisiknya.

Lee Teuk mendekat. Mengusap kepala Hyun Ae dengan sayang. Hyun Ae merasakan degup lain di dadanya. Punggungnya serasa bergerak. Ia tahu, rasa ‘cinta’ itu tumbuh lagi di hatinya. Dan itu…karena Lee Teuk. Manusia lagi. Wajah Hyun Ae seketika muram.

“Wae?” heran Lee Teuk.

Hyun Ae menggeleng. Ia mundur selangkah.
¤¤¤

Lee Teuk menyadari, ia mulai tergantung dengan Hyun Ae. Senyumannya, tawanya, kepolosannya, dan segala hal yang ada pada yeoja itu. Ia sering tak sabar untuk pulang. Ia cemas kalau-kalau Hyun Ae telah menemukan orang untuk diambil rasa ‘cinta’nya. Ia takut kehilangan. Benar. Lee Teuk telah jatuh cinta padanya. Dan ia tidak tahu sejak kapan perasaan itu ada.

“Aku… Akan pulang…” suara Hyun Ae menghentikan kegiatan makan malam Lee Teuk.

“Sayapku… Sudah tumbuh.” ujer Hyun Ae tercekat. Sayapnya kini telah mekar sempurna, berkat perasaan cintanya pada Lee Teuk. Ia bisa pulang sekarang. Sebelum segalanya berakhir luka seperti yang ia alami dengan Sungmin. Ya, Hyun Ae berpikiran Lee Teuk tak membalas perasaannya.

“Jadi kau sudah menemukan orang yang patah hati?” tanya Lee Teuk tercekat tanpa menatap Hyun Ae.

“Hm’mm.” Hyun Ae menahan air matanya yang mau menggenang. “Karena kau memberiku tempat tinggal selama ini, kurasa sewajarnya aku pamit sebelum pergi.”

Lee Teuk mengangguk. “Lain waktu, kalau kau ke mari untuk tugas, jangan lupa mengunjungiku,” ujernya parau lalu menatap Hyun Ae.

Hyun Ae mengangguk. Pasti, batinnya.

“Bolehkan aku melihatmu pergi?”
¤¤¤

Hyun Ae memerakan sayapnya saat ia yakin Lee Teuk tak akan mampu melihat warna apa yang tertoreh di sayapnya itu karena ia memilih halaman Lee Teuk yang agak gelap.

“Annyeong…” kata Hyun Ae. Air mata pelanginya bergulir saat sayapnya mulai ia kepakkan.

Satu tangan kokoh yang di kenal Hyun Ae menariknya dengan kuat. Ia merasa dua tangan merangkul bahunya. Hangat. Ia merasa hangat berada di pelukan Lee Teuk.

“Saranghae…” bisik namja itu. Hyun Ae membeku. Namun sayap Hyun Ae berhenti mengepak dan memeluk punggung Lee Teuk.

“Jebal molli kajima, Hyun Ae-ah..” Lee Teuk mengeratkan pelukannya. “Jeongmal saranghae…” bisiknya lagi. Ia tak sadar tubuhnya dan Hyun Ae telah di selimuti lingkaran cahaya perak. Sayap Hyun Ae perlahan lenyap.

“Nado~” Hyun Ae melingkarkan tangannya pada punggung namja di depannya.

=flashback=

“kau tahu kan apa akibatnya kalau kau jatuh cinta pada manusia dan berada di dunia mereka saat perasaan itu masih ada?” jerit kakaknya saat Hyun Ae mengatakan ia jatuh hati pada manusia. “Kalau bertepuk sebelah tangan kau akan kesulitan untuk kembali kemari. Dan kalau bersambut, kau akan jadi manusia dan tak akan pernah bisa jadi peri lagi?”

Hyun Ae mengangguk. “Asal bisa bersamanya,” ujer Hyun Ae dengan senyum gembira.
=end flashback=

Tamat

so, saran please =]

5 Komentar

  1. iren kei

    kereennn,,,kya crita2 dongeng, tp knp cm 3 part chingu?? knp gak dtmbh lg, (reader banyak mau) hhehehe

  2. dd

    whoaaaaa..bguss ff nya author..dd sukaaaa..
    Hyun ae jd manusia demi cintay..
    Happy ending..mksi y dh diijinkn bc

  3. @iren, gomaweo =>
    takut ga selesai klo panjang2, hahaha… Gomaweo udah comment =D *hug iren*

    @dd, gomaweo… => iya, akhrx aq bkin happy end.
    Hahaha… You’re welcome. Gomaweo comment’x *hug dd*

  4. Chacha 윤 MinA

    akhirnya,
    happy ending juga ==* <—kliatan dari tadi tegang terus

    hehehe~~good job chingu ^^b

    jangan lupa kunjugi blogku :

    http://yoonmina.wordpress.com

  5. Gomaweo…😄
    Segera meluncur ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: