My Story (1)


My Story part 1
oleh Imah_HyunAe

Ia menatap layar hapenya, getir. Ngilu yang hujam seluruh daging di hatinya tergambar jelas di wajahnya. Kabut juga menggantung di telaga matanya.

Ia menghela napas. Mencoba usir sakit yang mendera dadanya. Namun gagal. Hatinya tetap menjerit. Lelah dengan keluhan orang tuanya tentang keuangan yang serba ‘kurang’ dan letih terhadap penantian panjangnya pada karya-karyanya.

Ia sebenarnya cukup beruntung, karena dua tahun lalu salah satu cerpennya terbit di tabloid remaja. Sayangnya, hanya itu saja tulisannya yang terbit. Padahal sudah banyak tulisan yang ia hasilkan.

‘Apakah begitu buruk?’ tanyanya suatu ketika sambil memandang hasil imajinasinya yang sudah berupa print out. ‘Tapi, bukankah tak banyak orang yang bisa menuliskan apa yang mereka imajinasikan? Lalu kenapa namaku hanya satu kali terukir di media cetak?’ jeritnya dalam diam. Hanya desah panjangnya yang keluar sebagai jawaban.

Ia mungkin terlalu tidak sabar. Padahal, ada banyak penulis muda lainnya yang punya harapan sama dengannya dan mengalami jatuh bangun yang sama. Atau lebih buruk. Yang berharap karyanya bisa diterbitkan, dan dapat royalti. Ya, royalti. Ia tidak munafik. Itulah yang amat ia inginkan. Sebab baginya royalti itu dapat membantu mengurangi beban orang tuanya.

Bosan menunggu di media cetak, ia beralih ke dunia maya. Berharap banyak yang berkunjung ke blognya, jadi ia bisa dapat honor dari pengiklan yang memasang iklan di blognya. Sayang sekali, hal itu tak terjadi.

=TBC=

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: