Cerita Kampus 2


Kampus 2
Cast: 1 of Math Unpar’s student.
Author: Imah_HyunAe
AN: jangan percaya apapun yang saya tulis karena ini imajinasi saya saja.

Aku menatap pilu pada jalan-jalan yang kulalui bersama hatiku mengambang. Antara ingin pulang atau tetap tinggal. Aku tahu apa yang akan kudapati ketika aku di kampungku. Di rumah orang tuaku. Benar. Sebuah keluhan panjang. Betapa tak sabarnya mereka ingin menikmati masa tua dengan tenang, tanpa perlu lelah bekerja dan memikirkan uang.

Andai bekerja tak perlu ijazah S1, aku sudah pasti melamar kerja dan memberikan gajiku untuk kehidupan tua orang tua. Ya, andai saja bisa.

Aku bukanlah makhluk yang tak punya hati hingga tega biarkan orang tua yang seharusnya beristirahat, memfokuskan diri pada ibadah, justru bekerja keras seperti ini. Aku tahu! Aku juga tengah berusaha agar tak menyusahkan mereka. Hanya saja tampaknya belum waktunya. Tuhan tahu, tapi mungkin memintaku menunggu. Jadi, Ayah, Ibu, bersabarlah. Aku akan usahakan bahagia hadir di rumah kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: